Membicarakan Hoax di Indonesia sangatlah umum dan banyak sekali contohnya. Sebenarnya Hoax mudah sekali untuk di hindari dari penyebar atau pun pembaca agar tidak menyebarkan hoax tersebut. Yang terpenting adalah literasi, dengan literasi yang mempuni tidak mungkin seseorang akan percaya,terjerat, atau bahkan menyebarkan hoax.
Seperti postingan saya sebelumnya mengenai pentingnya literasi di Indonesia Pentingnya Literasi Di Era Milenial. hal tersebut akan mempengaruhi penyebaran berita palsu alias hoax dikalangan masyarakat yang awam. Contoh ketika ada suatu berita bohong/tidak jelas kebenarannya dan dilihat seseorang di media massa lalu orang tersebut dengan literasinya yang kurang tanpa mengunyah informasi tersebut lalu ia menyebarkan berita tersebut di media sosial agar viral. Setelah viral karna disebarkan oleh orang yang literasinya sama dengan orang yg pertama menyebarkan berita tersebut dan akhirnya menjadi hoax karna minimnya literasi mereka.
Sebaliknya jika yang menerima berita bohong/tidak jelas adalah orang yang mempuni literasinya ia akan terlebih dahulu mempertanyakan keasliannya sebelum mempercayai berita tersebut. Jika menurut ia berita tersebut tidak jelas dia akan menanyakan ke sumber lain. Contoh seorang reporter sedang meliput sebuah tragedi yaitu disebuah daerah pedesaan telah terjadi pembunuhan yang dilakukan oleh laki - laki terhadap perempuan di sebuah rumah, diketahui ternyata mereka suami istri dan mereka mempunyai 2 anak. Anak serta istrinya dibunuh oleh pelaku yaitu suami korban. Untuk mengetahui penyebab, latar, alur, dan kejadian pembunuhan tersebut. Karna ia seorang reporter yang bertanggung jawab terhadap berita apa yang ia sampaikan. Ia menanyakan ke banyak narasumber yang kemungkinan kenal ataupun memiliki hubungan dengan keluarga tersebut.
Oleh karena itu ia menanyakan ke berbagai sumber, pertama ia menanyakan ke tetangga nya yaitu seorang ibu rumah tangga, sang tetangga memberitahu bahwa sang suami ternyata mendua oleh karena itu sang suami membunuh istrinya. Sang reporter menanyakan kembali ke sumber lain yaitu ke kaka laki - laki pelaku yang mengatakan bahwa alasan sang suami membunuh korban karena sang istri berselingkuh. Sang reporter kurang puas dengan pernyataan tersebut, lalu ia menanyakan kembali ke pemuda disekitar sana yang kebetulan adalah teman tongkrongan pelaku. Mereka mengatakan bahwa pelaku mengalami depresi karena terlilit hutang untuk membiayai dan menafkahi anak serta istrinya karena pelaku di phk dari pekerjaan nya. Kemungkinan ia membunuh keluarganya sendiri karena sang istri suka menghamburkan uang untuk keperluan yang tidak jelas dan tidak membantu sang suami mencari nafkah.
Lalu sang reporter mengumpulkan semua informasi yang ia dapat lalu menanyakan 1 hal kepelaku. Apakah ekonomi/perselingkuhan sehingga kamu membunuh istrimu? sampai sini kita simpulkan bahwa sangat berbeda jauh orang yang literasinya kurang dan yang literasinya mempuni. Orang yang litersasinya mempuni cenderung mengumpulkan data terlebih dahulu dan mengkonfirmasikan kembali sampai ia yakin dengan data yang akan ia bagikan karna hal tersebut mengandung informasi. Oleh karena itu ia tidak akan menyebarkan hoax apa lagi percaya dengan hoax.
Namun hoax juga bisa di sebarkan oleh orang yang literasinya mempuni untuk tujuan dan hal negatif. Contohnya adalah untuk membuat image atau citra saingan nya menjadi jelek atau buruk, merendahkan suatu pihak dan segalala macamnya. Yang terpenting iyalah agar kita sebagai manusia yang berakhlak dan berakal ada baiknya kita dalam membagikan ataupun menerima informasi untuk di cari tahu kembali kebenarannya. Apabila kita tidak mengetahui kepastiannya lebih baik kita diam dan menunggu informasi kepastiannya.
Lebih baik diam dari pada berbicara yang merugikan orang lain yang akan merugikan diri sendiri. Karna penyebar hoax dapat dipidana. kembali lagi kepada kita sebagai manusia yang memiliki akal sehat bersyukur lah telah diberikan akal. dan janganlah kita sia - sia akan akal yang sudah diberikan ini hanya demi keuntungan sekejap.
Demikian postingan saya semoga bermanfaat dan menyadarkan serta dapat memperingati anda semua dan saya sendiri. Terimakasih.

No comments:
Post a Comment