Assalamualaikum, Salam sejahtera, om swastiastu, namo budhhaya.
Apasih Mayoritas dan Minoritas?
Di Indonesia sendiri ada Mayoritas dan Minoritas, tapi apasih Mayoritas dan Minoritas? Contoh Indonesia mayoritas orang beragam Islam, atau Afrika mayoritas orang kulit hitam. Apakah Mayoritas harus lebih di itumakan disuatu wilayah disuatu tempat karena mereka mayoritas sehingga minoritas di kebelakangkan?
Di Indonesia sendiri kenyataan nya seperti itu, Mayoritas lebih diutamakan. Bukan kah kita semua sama? Sesama Manusia, tua-muda, kaya-miskin, bukan kah sama yaitu manusia? Mengapa kita saling membedakan? Bukan kan para pahlawan dan pejuang founder negara ini merelakan nyawa mereka untuk mempersatukan kita?
Bhineka Tunggal Ika, masih ingat kah kita hal tersebut? Masih kah? Yang dari kita sekolah dasar sudah di ajarkan bahwa Indonesia berbeda - namun satu. Seharusnya tidak ada yang namanya mayoritas ataupun minoritas di Indonesia. Karena negara kita negara persatuan.
Apa gunanya kita membanggakan Mayoritas di kalangan kita? Apa gunanya kita menindas minoritas dikalangan kita? Apakah membuat anda jaya? Membuat anda menjadi manusia mulia? Tidak, tentu tidak. Saya sendiri termasuk orang dalam golongan mayoritas di negeri ini meliputi suku ras agama bahkan per ekonomian, apakah saya bangga menjadi mayoritas di Indonesia? Tidak, biasa saja, tidak ada pengaruh dalam hidup saya.
Dan anda sekalian yang mayoritas di negeri ini apakah kalian bangga? Apakah ada keuntungan dalam hidup anda? Agamanya mayoritas kok bukannya bertoleran malah membabi buta. Ras nya mayoritas kok malah mencaci memaki dan menghina. Anda punya hak apa apakah di UUD Mayoritas di utamakan? Tidak.
Pancasila saja tidak membuat mayoritas menjadi golongan yang harus di utamakan. Ketuhanan yang maha Esa, apakah hanya merujuk pada satu agama? Kemanusiaan yang adil dan beradab, apakah hanya merajuk pada satu suku atau ras? Persatuan Indonesia, apakah hanya mayoritas yang disatukan? Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan dan keadilan, kenapa masih memayoritas kan suatu golongan? Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, seluruh bukan hanya suatu golongan. Lalu kenapa kita membuat perbedaan di negara persatuan?
Mengapa kita malah mencari perbedaan agar kita berbeda dengan orang lain? Mengapa kita tidak mencari persamaan agar kita makin bersatu dan makin erat silahturahmi kita? Hei ingatkah Nabi Muhammad SAW yang maha mulia dan manusia sempurna dan sebagai panutan seluruh umat Islam termasuk saya sendiri apakah ia mencari perbedaan dalam berdakwahnya? Apakah ketika ia dilempari batu dicaci dimaki kaum kafir ia langsung mengeksekusinya? Tidak ia Nabi Muhammad SAW bahkan mendoakan mereka agar anak cucu mereka memeluk agama seperti dirinya.
Nabi Muhammad SAW dalam berdakwah ia selalu mencari persamaan dalam berdakwahnya, apabila suatu golongan tidak sama dengan dirinya ia selalu mencari celah persamaan dengan golongan tersebut, seperti ketika ia bertanya kepada suatu golongan "apakah kamu menyembah kepada satu tuhan?" Lalu suatu golongan menjawab tidak, ia akan mencari kembali suatu kesamaan lalu Nabi Muhammad SAW bertanya kembali "apakah kamu orang arab?" Lalu golongan tersebut menjawab tidak Nabi Muhammad kembali bertanya "apakah kamu manusia?" Lalu golongan tersebut menjawab "iya benar kami manusia". Lalu dalam percakapan tersebut apakah kita mengerti intinya? Lalu mengapa kita selalu mencari celah agar berbeda dengan orang lain padahal sesama manusia?
Semua agama di Indonesia sendiri mengajarkan kebaikan kepada sesama umat manusia, tidak ada yang mengajarkan permusuhan. Lalu kenapa kita selaku umat beragama mencari dan membuat permusuhan? Ajarannya tidak lah salah ego yang ada didiri kita lah yang salah. Ego seakan akan diri kita mayoritas membuat kita bisa melakukan segalanya. Tentu tidak, agama mengajarkan kita kemanusiaan dan kemanusiaan yang paling utama dan pancasila mengikat kita agar tidak mementingkan urusan suatu golongan diatas golongan lain. Jadi jangan anggap mayoritas sebagai golongan superior di Indonesia.
Kita Indonesia, Kita Pancasila, Kita Bhineka Tunggal Ika. Mohon opini kritik serta saran yang membangun Sekian Terimakasih.
Jangan lupa untuk membaca postingan saya Apasih Hoax? , dan Pentingnya literasi dijaman milenial saat ini.

No comments:
Post a Comment